Inspiratif! Industri Rumahan Pembuat Gitar di Sukoharjo Solo

Solo dikenal sebagai salah satu kota dengan beragam keunikan dan budaya yang sungguh indah dimiliki Indonesia. Sebagai kota yang besar dengan budayanya, Solo juga kerap menampilkan banyak nilai kearifan lokal warganya yang sarat akan filosofi hidup yang luhur. Solo kemudian mampu bersaing dan berkembang menjadi destinasi wisata yang populer di kalangan masyarakat Indonesia dengan menghasilkan banyak industri kreatif. Seperti yang ada di kawasan Baki Sukoharjo, yang terkenal menjadi sentra pembuat gitar rumahan dan sudah diakui dunia.

Industri gitar rumahan yang berada di sudut Sukoharjo ini ternyata bisa menembus pasar internasional lho! Bahkan, banyak warga disini yang menggantungkan hidup mereka pada penghasilan dalam membuat gitar tersebut. Sentra gitar rumahan yang berada di kawasan Baki, Sukoharjo ini menjadi salah satu peluang usaha pembuatan alat-alat musik dan pemasok alat musik gitar di nusantara. Tidak hanya Indonesia saja, negara maju lainnya seperti Jerman, Denmark juga tak luput dari daftar konsumen industri ini. Lalu, seperti apa suasana di sentra pembuatan gitar Sukoharjo ini? Yuk simak ulasan singkat berikut ya!

Lokasi Pembuatan Gitar

Pembuatan gitar tepatnya berada di kawasan Desa Mancasan, baki, Sukoharjo, Kabupaten Solo Jawa Tengah. Wilayah ini memang sudah lama dikenal sebagai home industri gitar, bahkan sejak tahun 1975 silam. Penduduk di desa Mancasan merintis usaha pembuatan gitar ini secara bertahap. Mulai dengan modal kecil, hingga kemudian berkembang dengan pesat dari tahun ke tahun.

 

Andalan Pendapatan

Penduduk setempat mengakui bahwa pembuatan gitar yang sudah menjadi pekerjaan mereka setiap hari inilah satu-satunya yang bisa diandalkan. Untuk harga satu gitar, bergantung pada jenis bahan baku yang digunakan. Selain kayu mahoni, pengerajin juga menggunakan bahan seperti sengon, jati londo, dan waru untuk menghasilkan gitar yang berkualitas bagus.Selain gitar, alat musik seperti cuk, rebab, mandolin, atau kontrabas juga dihasilkan di lokasi ini.

Gitar yang dibuat oleh penduduk Baki biasanya dibanderol dengan harga Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu saja. Namun, bila bahan bakunya berasal dari kayu mahal dan senar yang berkualitas bagus, harga jual gitar bisa naik hingga 10 kali lipat dari normalnya.

Pelatihan dan Pengembangan Industri

Untuk menjaga kelestarian industri rumahan gitar ini agar tetap bertahan di tengah persaingan, para penduduk setempat juga menawarkan kursus gratis membuat gitar. Kursus diadakan sederhana di rumah-rumah penduduk untuk memperkenalkan kepada pemuda setempat atau siapapun yang ingin belajar membuat gitar. Inilah cara penduduk Baki memperjuangkan ilmu yang mereka punya sejak puluhan tahun silam. Mereka pun berharap semakin banyak generasi saat ini yang mau belajar serta menghasilkan gitar buatan sendiri.

Di era kejayaannya sekitar tahun 1980 silam, gitar buatan Sukoharjo memang sudah berhasil menembus mancanegara. Sayangnya, persaingan industri yang lebih modern membuat usaha ini sempat terpuruk hingga beberapa tahun. Tidak jarang juga penduduk yang semula menekuni pembuatan gitar kemudian beralih ke usaha lain yang lebih menjanjikan. Namun, seiring kualitas yang terus dijaga, beriringan dengan kepopuleran Solo sebagai destinasi wisata, Desa Mancasan kembali dikenal. Ini juga menjadi salah satu momen yang tepat untuk mengembangkan industri pembuatan gitar rumahan dengan memperkenalkan produk dalam negeri pada masyarakat umum.

Demikian artikel informatif tentang sentra industri pembuat gitar yang berada di wilayah Sukoharjo, Solo yang bisa kami sampaikan. Semoga bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *